Home » » Susu Kedelai

Susu Kedelai

Ficus benyamina.  Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia untuk hidup sehat terdiri dari senyawa-senyawa organik yang disebut gizi. Salah satu akibat kekurangan zat gizi adalah kurang beragamnya pangan yang dikonsumsi.

Kedelai sebagai salah satu sumber makanan yang bernilai gizi tinggi, terutama kandungan proeinnya, dapat dibuat berbagai macam makanan olahan, salah satunya adalah susu kedelai.  Selama ini pemenuhan kebutuhan susu lebih banyak berasal dari hewan seperti susu sapi dan kambing, sedangkan susu dari kedelai masih belum sebanyak susu sapi. Susu kedelai mempunyai nilai gizi yang hampir sama dengan susu sapi, terutama protein dan asam aminonya, hanya saja asam amino dari susu kedelai kadarnya lebih rendah. Bahkab susu kedelai merupakan sumber protein yang cukup baik sebagai makanan bayi atau sebagai susu pengganti bagi orang yang mengalami alergi pada susu hewani.

Berikut tabel perbandingan kandungan zat gizi antara susu kedelai dan susu sapi per 100 gr bahan :


Komponen
Susu kedelai
Susu Sapi
Kalori (K.Kal)
41,00
61,00
Protein (gr)
3,50
7,20
Lemak (gr)
2,50
3,50
Karbohidrat (gr)
5,00
4,70
Kalsium (gr)
50,00
143,00
Fosfor (gr)
45,00
60,00
Besi (mgr)
0,70
1,70
Vit A (SI)
200,00
130,00
Vit B mgr)
0,08
0,03
Vit C (mgr)
2,00
1,00
Air (gr)
87,00
88,30

Cara Pembuatan Susu kedelai
Walaupun akhir-akhir ini sudah banyak orang menjajakan susu kedelai dalam botolan, tidak salahnya kita tahu bagaimana cara pembuatannya.

Bahan yang diperlukan : biji kedelai kering yang sudah tua, kecambah jagung, kacang tanah, wijen, soda kue, gula, garam dan essense.
Alat yang diperlukan : tampah/tampi/nyiru, baskom, panci/wajan, kompor, blender, saringan dan botol.

Sortir biji kedelai dalam tampah, untuk memperoleh kualitas hasil yang baik.
Rendam biji kedelai selama 6-8 jam dengan larutan soda kue 0,5% agar lunak dan tidak berbau langu.
Cuci biji kedelai dengan air bersih sampai tidak ada lagi kotoran yang tercampur.
Rebus biji kedelai selama 15 menit agar lunak dan melemahkan kegiatan enzim lipoksigenasi (penyebab bau langu).
Giling/blender biji kedelai yang sudah ditambah kecambah jagung, kacang tanah dan biji wijen. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai mencapai perbandingan 1:8 sampai menjadi bubur kedelai berwarna putih.
Panaskan bubur kedelai di atas panci/wajan selama 25-30 menit sambil di aduk agar meningkatkan nilai cerna dan menonaktifkan zat anti nutrisi kedelai (trypsin inhibitor).
Saring bubur kedelai beberapa kali, ampasnya bisa djadikan makanan ternak.
Panaskan sampai mencapai suhu 90 derajat Celcius dan tambahkan gula, garam dan essense seperlunya.
Masukkan susu kedelai dlam botol yang bersih selagi masih panas dan tutup rapat. Letakkan botol dalam keadaan terbalik untuk mematikan bakteri yang mungkin terikut di tutup botol.
Rebus botol yang berisi susu kedelai tersebut dalam panci yang berisi air hingga mendidih selama 15 menit untuk mematikan kuman penyakit yang mungkin terdapat dalam susu kedelai tersebut. Sebaiknya tinggi air rebusan sama dengan tinggi permukaan susu dlam botol. Dengan perlakuan ini (Pasteurisasi), kita akan mendapatkan susu kedelai yang steril.

3 komentar:

  1. Cepat disambung, udah aus nih..

    ReplyDelete
  2. salam kenal ya bos...plis visit me back, tengkyu

    ReplyDelete





Google PageRank Checker