Home » » Penuaan Bonsai

Penuaan Bonsai

Ficus benyamina.  Syarat bonsai adalah ukuran (kerdil), bentuk (indah, alami) dan umur (tua atau nampak tua). Bonsai harus berumur tua atau nampak tua. Ada beberapa cara membuat bonsai nampak tua antara lain:
  • Dahan dan ranting dipaksa tumbuh mendatar atau agak menurun.
  • Menonjolkan pangkal akar, agar nampak akar yang menjalar di permukaan tanah.
  • Memperbesar batang dengan pencekikan batang atau menggabugkan beberapa batang.
  • Pemahatan batang, antara lain jin, shaki miri, uro atau saba miki.
Dahan & Ranting Mendatar
 Kalau kita perhatikan tanaman yang tua dan besar, kebanyakan dahan dan rantingnya tumbuh mendatar atau agak menurun karena bobot dahan dan ranting tersebut sangat berat. Hal ini menjadi ciri dari tanaman yang sudah tua, sedangkan tanaman yang masih muda kebanyakan dahan dan rantingnya tumbuh agak miring ke atas hampir tegak.
Untuk meniru salah satu ciri tanaman tua tersebut pada bonsai, kita harus memaksa dahan dan rantingnya tumbuh mendatar dengan bantuan pengawatan (dililit kawat) atau ditarik dengan tali ke bawah.
Kawat tembaga dengan ukuran sepertiga dari besar cabang atau ranting yang akan ditundukkan kita lilitkan, lalu cabang kita bengkokkan ke bawah. Lama kelamaan kawat akan masuk ke dalam kulit cabang, buka lilitan tersebut, kalau arah cabang masih belum sempurna ulangi lilitan dengan arah lilitan yang berlawanan, agar kulit batang tidak luka gara-gara lilitan kawat.
Membengkokkan cabang dengan ikatan tali dapat dilakukan dengan tali rafia. Ujung tali diikatkan pada cabang dan ujung lainnya diikat pada akar atau pot.
Apabilacabang yang akan dibengkokkan sudah terlalu besar, maka bagian bawah cabang tersebut bisa dipotong berbentuk V (terbalik), barulah cabang tersebut dibengkokkan dengan lilitan kawat atau tarikan tali rafia.

Menonjolkan Akar
Ciri lain dari tanaman yang sudah tua adalah pangkal akar yang menonjol dan menampakkan kekokohan akarnya. Pada tanaman yang masih mudah hal ini sangat jarang terlihat. Untuk membuang kesan seperti batang yang ditancapkan di tanah pada bonsamuda, maka dilakukan pengangkatan sebagian pangkal akarnya dengan mengikis tanah di sekitar pangkal batang.

Pencekikan Batang
Pencekikan batang (pangkal batang) berutjuan untuk memperbesar pangkal batang dengan melilitkan kawat tembaga pada pangkal batang yang akan diperbesar. Kawat dibiarkan sampai menggigit dan melukai kulit batang. Karena jalan untuk melewatkan makanan dari akar terhambat oleh lilitan kawat maka cadangan makanan akan tertumpuk pada pangkal batang dan akhirnya membesar. Luka bekas lilitan pada pangkal batang akan menambah ketuaan batang dengan struktur yang kasar.
Pencekikan batang ini dilakukan untuk meniru tanaman yang tua dengan ciri batang yang besar di bagian pangkal dan mengecil pada bagian atasnya.

Penggabungan Batang
Siapkan lima batang tanaman sejenis yang masih muda dan tidak sama tingginya, gabung menjadi satu dengan diikat tali rafia dari pangkal ke pucuk. Tiap pucuk tanaman mulai yang terendah dibengkokkan dengan lilitan kawat tembaga menjadi cabang dengan arah yang berbeda dan tanaman yang tertinggi tetap lurus dijadikan pucuk taaman gabungan.
Setelah cukup lama batang tanaman akan menyatu, tanaman muda lebih cepat menyatu dibanding dengan tanaman yang lebih tua karena pertumbuhan tanaman muda lebih cepat dari tanaman muda. Batang tanaman tersebut bisa dilukai dahulu sebelum penggabungan agar cepat menyatu. Tali rafia bisa dibuka bila tanaman sudah menyatu. Batang gabungan yang dihasilkan akan berlekuk dan bagian pangkal akan lebih besar dari bagian atasnya.

Jin
Jin berarti luka-luka pada batang atau cabang sehingga tampak seperti rusak karena usia tua atau pengaruh cuaca. Jin adalah mematikan cabang atau batang tanaman hingga ke ujungnya dan membiarkannya pada kedudukan semula. Batang atau cabang tersebut dikupas kulitnya kemudian diukir/dipahat pada bagian kayunya sehingga menyerupai batang atau cabang yang mati tua.
Fungsi jin selain untuk membuat penampilan bonsai jadi tua juga untuk memperpendek bonsai yang terlalu tinggi atau mengurangi beberapa kelemahan pada bonsai seperti cabang yang terlalu besar (tidak sesuai dengan besarnya batang).

Shari Miki
Shari miki memiliki arti batang, cabang atau akar yang di atas permukaan tanah yang dimatikan sebagian dengan cara dikelupas kulitnya sehingga nampak tua dan alami.
Pengelupasan kulit batang, cabang atau akar dilakukan mengikuti alur serat kulitnya dan sebagian kayunya diukir sesuai dengan alur serat kayunya.

Uro dan Shaba Miki
Uro berarti lubang atau celah yang melebar atau memanjang pada batang. Pelebaran kadang hanya menyisakan lapisan kambium saja, tetapi tanaman masih dapat tetap hidup.
Cara membuat uro dimulai dengan mengelupas kulit batang seperti pada shari miki, lalu dilakukan pemahatan yang dalam membentuk lubang. Agar pemahatan mudah dilakukan, bagian yang akan dipahat dimatikan dahulu.
Shaba miki hamir sama dengan uro, hanya lubangnya atau celahnya memanjang jauh ke atas.
Setelah melakukan pekerjaan jin, shari miki, uro atau saba miki, sebaiknya bagian kayu tanaman yang terbuka tersebut diawetkan dengan larutan belerang dan kapur agar tidak lapauk dan diserang jamur.

8 komentar:

  1. makin hari makin mantab, teruslah berbagi info dgn sesama, slm hangat dari Kumpulan Sponsor & LinK

    ReplyDelete
  2. Er, aku buka toko online, kunjungi lah...

    ReplyDelete
  3. allow mas..info2-nya sangat bagus & berguna sekali,
    mohon ijin untuk dimasukkan di web saya boleh ya..http://tc212-artofbonsai.blogspot.com
    terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
  4. Agar ukiran pada batang mati tetap awet apakah di poles pngawet kayu atau di biar kan ..? Mohon penjelasan nya dari master..

    ReplyDelete
  5. mas minta pencerahan ,kalau menggabungkan batang apa bagian batang yg akan ditempel harus di klupas dulu?
    terima kasih

    ReplyDelete
  6. kalo batang masih kecil tap perlu dikupas

    ReplyDelete





Google PageRank Checker