Home » » Pot & Peralatan Bonsai

Pot & Peralatan Bonsai

Ficus benyamina.  Fungsi pot bagi tanaman adalah sebagai tempat tumbuh tanaman tersebut. Sedangkan fungsi pot bagi tanaman bonsai bisa sebih khusus lagi, karena ada ketentuan tersendiri antara pohon bonsai dengan potnya, yaitu keserasian yang meliputi bentuk pot, ukuran pot, warna pot dan posisi bonsai dalam pot tersebut.

Karena bonsai harus ditanam di dalam pot dengan media tanam yang terbatas, agar kekerdilannya dapat dipertahankan, maka fungsi pot bagi bonsai lebih sebagai alat pengerdil dan penunjang penampilan bonsai agar lebih indah dan serasi disamping fungsi lainnya.

Bentuk pot bonsai ada bemacam-macam ada yang berbentuk geometris (bujur sangkar, persegi panjang, oval, bundar, segi enam atau segi delapan) dan ada yang berbentuk tidak beraturan (berbentuk pulau atau batu karang). Variasi lainnya adalah bentuk bibir pot, ada yang lurus saja, mencuat ke dalam atau mencuat ke luar.

Bentuk dan tinggi pot harus disesuaikan dengan gaya bonsai yang bersangkutan, misalnya bonsai dengan gaya dasar miringcocok ditanam pada pot dengan bentuk persegi panjang atau oval dengan ketinggian pot yang rendah.

Bonsai yang ditanam mencengkram batu sebaiknya ditanam pada pot yang lebih lebar dan dangkal/tipis agar batunya lebih menonjol dibandingkan potnya. Ada kalanya bonsai yang ditanam mencengkram batu dan seperti pohon yang tumbuh pada karang terjal atau pulau karang ditempatkan pada pot yang sangat tipis dan tidak berlubang, kadang diberi pasir putih pada pot tersebut sehingga seperti batu karang di pantai.

Penyesuaian gaya dasar bonsai dengan bentuk pot serta tinggi pot dapat dilihat di bawah ini


Pot
TL
TB
Mr
SM
Mg
Bentuk Pot :
Persegi panjang
X
X
X
-
-
Bujur sangkar
-
-
-
X
X
Segi 6 atau 8
-
-
-
X
X
Bundar
-
-
-
X
X
Oval
X
X
X
-
-
Tinggi Pot :
Rendah
X
X
X
-
-
Sedang
-
-
-
X
-
Tinggi
-
-
-
-
X
Keterangan:
TL (tegak lurus), TB (tegak berliku), Mr (miring), SM (setengah menggantung), Mg (menggantung), X (cocok), - (tidak cocok).

Ukuran pot bermacam-macamsesuai dengan ukuran bonsainya. Hubungan antara ukuran pot dengan bonsai dapat dilihat dari 2 sudut yang berlainan, yaitu dari tinggi bonsai atau dilihat dari lebar tajuk bonsai. Tinggi bonsai diukur dari pangkal batang dekat tanah sampai dengan ujung atas (pucuk) bonsai, sedangkan lebar diukur dari ujung cabang terpanjang sebelah kiri sampai ujung cabang terpanjang sebelah kanan. Apabila bonsai lebih menonjolkan tingginya, maka lebar pot yang cocok adalah sekitar 2/3 dari tinggi bonsai. Apabila bonsai lebih menonjolkan lebar tajuknya, maka lebar pot yang cocok adalah sekitar 2/3 dari lebar tajuk bonsai.

Ketebalan (tinggi) pot bonsai juga disesuaikan dengan uikuran bonsai. Untuk bonsai dengan gaya dasar tegak lurus, tegak berliku dan miring, ketebalan (tinggi) pot adalah kurang lebih sama dengan diameter pangkal batang bonsai. Untuk bonsai dengan gaya dasar setengah menggantung dan menggantung dipakai pot yang tinggi, agar bonsai tidak menyentuh lantai.

Bahan pot bonsai bisa terbuat dari berbagai macam bahan seperti kayu, tanah liat, plastik, batu karang, semen, keramik atau porselin. Pot porselin bisa memberikan kesan yang lebih baik dan tahan lama tetapi harganya lebih mahal. Pot yang terbuat dari tanah liat atau kayu berserat dengan warna gelap memberika kesan bonsainya lebih tua.

Pot juga memberikan kesan berbeda sesuai dengan warnanya. Bonsai dengan warna daun hijau tua cocok dengan pot berwarna gelap. Bonsai dengan daun berwarna hijau muda cocok dengan pot berwarna cerah. Bonsai berbunga merah sebaiknya ditanam pada pot berwarna biru tua. Bonsai berbunga putih cocok dengan pot berwarna hijau atau putih. Bonsai yang berkulit batang putih cocok dengan pot berwarna krem atau biru muda.

Selain variasi warna, pot bonsai juga dibuat bergambar, licin mengkilap atau kusam. Yang harus diingat dalam pemilihan pot adalah bahwa pusat perhatian kita pada bonsai, jangan sampai pot bonsai lebih menarik dari pada bonsainya. Pot bonsai umumnya harus memilki lubang drainase. Pot dengan lubang kecil tapi banyak lebioh baik dari pada 1 atau 2 lubang yang besar.

Penempatan bonsai pada pot tergantung dari gaya dasar bonsai dan bentuk potnya, hal ini diperhatikan untuk menghindari dari kesan "diatur" dan lebih menonjolkan kesan alaminya. Pot bujur sangkat, bondar, segi enam dan segi delapan untuk bonsai bergaya dasar tegak lurus, penempatannya tepat ditengah pot. Pot persegi panjang dan oval untuk bonsai dengan gaya dasar tegak berliku dan miring, penempatannya agak ke kiri/kanan dan sedikit kebelakang dari garis tengah pot. Untuk bonsai miring ke kiri penempatan agak ke kanan dan bonsai miring ke kanan penempatan agak ke kiri. Bonsai dengan gaya dasar menggantung dan setengah menggantung penempatannya di tengah pot.

Peralatan Bonsai
Keinginan untuk membentuk bonsai yang baik harus didukung oleh peralatan kerja yang memadai. Peralatan bonsai sangat banyak macamnya dari yang sederhana sampai yang modern. Semakin banyak pengetahuan tentang bonsai semakin banyak pula peralatan yang diperlukan untuk pembentukan bonsai. Beberapa peralatan yang sering digunakan untuk pembentukan bonsai adalah:
Gembor, penyiram tanaman;
Saringan, untuk memilah ukuran tanah tanah;
Sekop dan garu kecil;
Sapu atau kuas, untuk membersihkan permukaan tanah/lumut;
Gunting canag dan gunting ranting;
Gergaji kecil;
Kawat tembaga untuk membentuk batang/dahan/ranting;
Tang dan pemotong kawat;
Tracker, pembengkok batang;
Pahat dan alat ukir;
Meja putar, tempat pembentukan bonsai.

1 komentar:





Google PageRank Checker